Bagaimana Cara Merawat Rolling Door agar Tidak Cepat Macet dan Berisik?
Bagaimana Cara Merawat Rolling Door agar Tidak Cepat Macet dan Berisik?
Rolling door merupakan salah satu jenis pintu yang banyak digunakan pada gudang, ruko, toko, workshop, hingga bangunan industri. Sistem buka tutupnya yang praktis membuat pintu ini cocok untuk bangunan dengan aktivitas keluar masuk barang maupun kendaraan yang cukup tinggi. Namun, seperti komponen mekanis lainnya, rolling door membutuhkan perawatan rutin agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Masalah rolling door yang mulai berisik, terasa berat ketika dibuka, atau bahkan macet saat digunakan sering kali dianggap sebagai hal biasa. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal adanya gangguan pada rel, bearing, shaft, pegas, atau komponen penggerak lainnya. Jika dibiarkan, kerusakan kecil dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan mengganggu aktivitas operasional bangunan.
Perawatan rolling door sebenarnya tidak selalu harus menunggu sampai pintu mengalami kerusakan. Pemeriksaan sederhana secara berkala dapat membantu mengetahui kondisi komponen, menjaga kelancaran pergerakan, dan mengurangi risiko penggantian suku cadang sebelum waktunya.
Mengapa Rolling Door Perlu Dirawat Secara Rutin?
Rolling door bekerja menggunakan sistem mekanis yang memungkinkan daun pintu bergerak naik dan menggulung pada bagian atas bukaan. Ketika pintu dibuka atau ditutup, beberapa komponen bekerja secara bersamaan untuk menjaga pergerakan tetap stabil.
Dalam penggunaan sehari-hari, komponen tersebut menerima beban berulang. Semakin sering pintu digunakan, semakin besar pula kebutuhan pemeriksaan terhadap bagian yang mengalami gesekan, tekanan, dan pergerakan mekanis.
Pada gudang dengan aktivitas bongkar muat yang tinggi, rolling door mungkin dibuka dan ditutup berkali-kali dalam sehari. Kondisi ini berbeda dengan pintu ruko kecil yang hanya digunakan beberapa kali pada pagi dan sore hari. Karena itu, jadwal perawatan sebaiknya disesuaikan dengan intensitas penggunaan, kondisi lingkungan, dan jenis mekanisme yang dipasang.
Perawatan rutin memberikan beberapa manfaat penting, antara lain:
Menjaga gerakan pintu tetap lancar ketika dibuka dan ditutup.
Mengurangi suara berisik akibat gesekan atau komponen yang mulai aus.
Membantu mendeteksi kerusakan sebelum pintu benar-benar macet.
Memperpanjang masa pakai komponen mekanis.
Mengurangi risiko gangguan operasional pada gudang, toko, dan bangunan usaha.
Membantu memperkirakan kebutuhan perbaikan agar tidak selalu bersifat mendadak.
Hal yang perlu dipahami adalah bahwa perawatan tidak bisa menggantikan perbaikan komponen yang sudah rusak. Jika bearing sudah aus, rel berubah bentuk, atau pegas kehilangan kemampuan kerjanya, pembersihan dan pelumasan saja tidak akan menyelesaikan masalah.
1. Periksa Kondisi Slat atau Daun Rolling Door
Slat merupakan bagian yang membentuk daun rolling door. Komponen ini tersusun dari bilah-bilah yang saling terhubung sehingga dapat bergerak mengikuti jalur rel dan menggulung pada bagian atas ketika pintu dibuka.
Kondisi slat perlu diperiksa secara berkala, terutama jika rolling door digunakan pada bangunan dengan aktivitas tinggi. Perhatikan apakah terdapat bilah yang penyok, berubah bentuk, terlepas dari sambungannya, atau mengalami kerusakan akibat benturan.
Slat yang berubah bentuk dapat menyebabkan pergerakan pintu menjadi tidak stabil. Ketika salah satu bagian tidak lagi mengikuti jalurnya dengan baik, gesekan terhadap guide rail bisa meningkat. Akibatnya, pintu terasa berat, mengeluarkan suara tidak biasa, atau bergerak tersendat.
Pada bangunan usaha, kerusakan slat juga dapat terjadi karena benturan barang, kendaraan, atau peralatan operasional. Karena itu, operator perlu menghindari kebiasaan mendorong barang terlalu dekat dengan daun pintu ketika pintu sedang bergerak.
Pemeriksaan visual bisa dilakukan dengan memperhatikan bagian daun pintu dari posisi yang aman. Jika ditemukan bilah yang tertekuk parah, sambungan terlepas, atau pintu mulai miring, sebaiknya hentikan penggunaan sampai kondisinya diperiksa lebih lanjut.
2. Bersihkan Guide Rail agar Pintu Tidak Seret
Guide rail atau rel pemandu berfungsi menjaga daun rolling door tetap berada pada jalur pergerakannya. Bagian ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran buka tutup pintu.
Debu, pasir, serpihan material, dan kotoran yang menumpuk di dalam rel dapat meningkatkan hambatan ketika pintu bergerak. Pada gudang atau workshop, penumpukan kotoran bisa berlangsung cukup cepat karena lingkungan kerja sering menghasilkan debu dan partikel kecil.
Pembersihan guide rail sebaiknya dilakukan secara rutin dengan metode yang sesuai. Kotoran yang menempel dapat disingkirkan menggunakan sikat atau alat pembersih yang tidak merusak permukaan rel. Setelah itu, periksa apakah terdapat penyok, perubahan posisi, atau bagian rel yang mulai longgar.
Ada satu kesalahan perawatan yang cukup sering dilakukan, yaitu langsung memberikan oli atau gemuk ke seluruh bagian rel dengan harapan pintu menjadi lebih ringan.
Padahal, jenis pelumas yang tidak sesuai dapat membuat debu dan kotoran semakin mudah menempel. Penumpukan tersebut justru berpotensi menghambat pergerakan pintu.
Karena itu, membersihkan rel dan memberikan pelumas merupakan dua pekerjaan yang berbeda. Rel perlu dibersihkan terlebih dahulu, sedangkan pelumasan hanya dilakukan jika memang sesuai dengan desain mekanisme dan petunjuk produsennya.
Jika guide rail terlihat bengkok atau jarak antara daun pintu dan rel tidak lagi merata, masalahnya mungkin bukan sekadar kotoran. Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan teknis untuk mengetahui apakah rel perlu disetel, diperbaiki, atau diganti.
3. Perhatikan Kondisi Bearing dan Shaft
Bearing dan shaft merupakan komponen penting pada sistem penggulungan rolling door. Keduanya membantu menjaga poros tetap bekerja sesuai fungsi mekanisnya saat daun pintu bergerak naik dan turun.
Bearing yang mulai aus dapat menimbulkan suara kasar, getaran, atau hambatan pada sistem penggulungan. Sementara itu, masalah pada shaft dapat menyebabkan putaran menjadi tidak stabil dan memengaruhi keseimbangan daun pintu.
Tanda awal gangguan pada bagian ini antara lain suara berdecit atau berderak dari area atas pintu, gerakan yang terasa lebih berat dari biasanya, serta penggulungan yang terlihat tidak rata.
Namun, suara berisik tidak selalu berarti bearing rusak. Penyebabnya juga bisa berasal dari slat yang bergesekan, rel yang kotor, baut yang longgar, atau komponen lain yang mengalami perubahan posisi.
Oleh karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh. Mengganti bearing tanpa memastikan sumber masalah dapat menyebabkan biaya perbaikan bertambah, sementara gangguan utamanya tetap ada.
Pelumasan bearing juga harus mengikuti jenis bearing dan rancangan sistemnya. Tidak semua bearing membutuhkan pelumas tambahan dari luar. Beberapa jenis sudah memiliki pelumasan internal atau menggunakan konstruksi yang tidak memerlukan perawatan pelumasan rutin.
Jika suara berasal dari poros penggulung atau bagian atas pintu, hindari membongkar komponen sendiri. Area tersebut bisa menyimpan beban mekanis yang besar, terutama pada rolling door dengan pegas penyeimbang.
4. Jangan Mengabaikan Kondisi Pegas Penyeimbang
Pada rolling door yang menggunakan pegas penyeimbang, komponen ini membantu mengimbangi beban daun pintu sehingga pintu dapat bergerak dengan lebih mudah.
Ketika pegas mengalami keausan, kerusakan, atau kehilangan kemampuan penyeimbangnya, pintu bisa terasa semakin berat. Dalam kondisi tertentu, daun pintu juga dapat bergerak tidak terkendali atau sulit dipertahankan pada posisi yang seharusnya.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
Pintu yang sebelumnya ringan menjadi berat saat dioperasikan.
Pergerakan naik dan turun terasa tidak seimbang.
Daun pintu turun atau naik dengan perilaku yang tidak normal.
Muncul suara tidak biasa dari area poros atau mekanisme penyeimbang.
Pegas merupakan komponen yang menyimpan energi mekanis. Karena itu, penyetelan tegangan, pelepasan, atau penggantian pegas sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami konstruksi rolling door tersebut.
Jangan mencoba menarik, memutar, atau melepas pegas hanya berdasarkan perkiraan. Tindakan yang keliru dapat menimbulkan cedera dan menyebabkan kerusakan pada komponen lain.
Perawatan yang aman pada bagian ini lebih menekankan pada pengamatan gejala, pemeriksaan visual dari posisi aman, dan penanganan oleh tenaga teknis ketika ditemukan indikasi gangguan.
5. Periksa Motor pada Rolling Door Otomatis
Rolling door otomatis menggunakan motor dan komponen penggerak untuk membantu proses buka tutup. Sistem ini praktis bagi bangunan yang membutuhkan pengoperasian berulang atau memiliki daun pintu berukuran besar.
Meskipun demikian, motor tidak boleh dipaksa bekerja ketika mekanisme pintu mengalami hambatan.
Jika pintu terasa seret, lalu motor terus digunakan untuk menarik atau mendorong daun pintu, beban kerja motor dapat meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan motor menjadi panas, sistem proteksi bekerja, atau komponen penggerak mengalami kerusakan.
Beberapa hal yang perlu diperiksa pada rolling door otomatis adalah:
Respons tombol atau remote ketika pintu dioperasikan.
Suara motor yang berbeda dari kondisi normal.
Gerakan pintu yang tersendat atau berhenti sebelum mencapai batas perjalanan.
Kondisi kabel, sambungan, sakelar, dan sistem kontrol yang dapat diperiksa dengan aman.
Fungsi sensor atau perangkat pengaman apabila sistem memilikinya.
Jika motor terdengar bekerja tetapi daun pintu tidak bergerak sebagaimana mestinya, jangan langsung menyimpulkan bahwa motor harus diganti. Gangguan bisa berasal dari sistem penggerak, sambungan mekanis, hambatan pada rel, atau mekanisme penyeimbang.
Sebaliknya, apabila motor tidak merespons sama sekali, penyebabnya dapat berkaitan dengan sumber listrik, sistem kontrol, perangkat pengaman, maupun motor itu sendiri.
Pemeriksaan kelistrikan dan komponen penggerak internal sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang kompeten. Jangan membuka panel atau menyentuh kabel ketika sistem masih terhubung dengan sumber listrik.
6. Kenali Tanda Awal Rolling Door Mulai Bermasalah
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah kerusakan besar adalah mengenali perubahan perilaku pintu sejak awal. Gangguan mekanis biasanya menunjukkan gejala tertentu sebelum pintu benar-benar tidak bisa digunakan.
Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
Gejala | Kemungkinan penyebab |
|---|---|
Suara berisik saat bergerak | Gesekan slat, rel kotor, bearing aus, atau baut longgar |
Pintu terasa berat | Hambatan rel, gangguan pegas, atau masalah pada penggerak |
Daun pintu bergerak miring | Rel tidak sejajar, slat rusak, atau penggulungan tidak merata |
Gerakan tersendat | Kotoran, perubahan bentuk rel, atau komponen mekanis bermasalah |
Pintu berhenti di posisi tertentu | Hambatan mekanis, gangguan kontrol, atau batas perjalanan pada sistem otomatis |
Motor berbunyi tetapi pintu tidak bergerak | Gangguan mekanisme penggerak atau beban pintu yang terlalu berat |
Pintu sulit ditutup rapat | Hambatan pada jalur, daun pintu berubah bentuk, atau penyetelan tidak tepat |
Daftar tersebut merupakan panduan awal, bukan diagnosis pasti. Satu gejala dapat disebabkan oleh beberapa masalah yang berbeda.
Ketika pintu mulai menunjukkan perubahan, sebaiknya jangan menunggu sampai kerusakan semakin parah. Hentikan pengoperasian apabila pintu miring, macet, mengeluarkan suara keras yang tidak biasa, atau bergerak secara tidak terkendali. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menentukan apakah masalah cukup ditangani dengan pembersihan, penyetelan, atau membutuhkan penggantian komponen.
7. Hindari Kesalahan Perawatan yang Justru Memperparah Kerusakan
Perawatan rolling door tidak cukup dilakukan dengan memberikan pelumas setiap kali pintu terasa berat. Tindakan yang tidak sesuai justru dapat menyamarkan gejala atau menimbulkan masalah baru.
Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari.
Memberikan pelumas ke semua bagian tanpa pemeriksaan
Setiap komponen memiliki kebutuhan yang berbeda. Pelumas yang sesuai untuk bearing belum tentu cocok untuk guide rail atau bagian lain. Ikuti petunjuk produsen dan jangan menggunakan pelumas secara sembarangan.
Membiarkan kotoran menumpuk pada rel
Kotoran yang menumpuk bisa meningkatkan gesekan dan mengganggu posisi daun pintu. Pembersihan berkala lebih baik daripada menunggu pintu mulai macet.
Memaksa pintu yang tersendat
Jika pintu terasa berat, jangan terus menarik rantai, memutar tuas, atau menekan tombol motor berulang kali. Tindakan tersebut dapat memperbesar beban pada komponen yang sedang bermasalah.
Mengabaikan baut atau dudukan yang longgar
Getaran dan penggunaan berulang dapat memengaruhi kekencangan sambungan. Pemeriksaan perlu dilakukan dengan metode yang sesuai, terutama pada dudukan rel dan komponen penggerak.
Tetap menggunakan pintu meskipun sudah miring
Pintu yang miring dapat mengalami gesekan tidak merata dan berisiko keluar dari jalur. Pengoperasian lebih lanjut bisa memperburuk kerusakan.
Membongkar pegas atau poros tanpa keahlian
Komponen penyeimbang dan poros dapat menyimpan energi atau beban mekanis yang berbahaya. Penanganan bagian ini perlu diserahkan kepada teknisi yang berpengalaman.
Intinya, perawatan yang baik bukan sekadar membuat pintu terlihat bersih. Kondisi mekanis dan keamanan operasional juga harus diperhatikan.
8. Susun Jadwal Pemeriksaan Berdasarkan Intensitas Penggunaan
Tidak semua rolling door membutuhkan frekuensi pemeriksaan yang sama. Pintu gudang yang digunakan puluhan kali sehari tentu memiliki kebutuhan pemeliharaan berbeda dibandingkan pintu toko kecil yang hanya dibuka beberapa kali.
Untuk memudahkan pengelolaan, pemeriksaan dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan.
Pemeriksaan harian atau sebelum operasional
Amati suara, kelancaran gerakan, posisi daun pintu, serta kondisi jalur yang terlihat. Pastikan tidak ada barang yang menghalangi pergerakan.
Pemeriksaan berkala
Bersihkan guide rail, periksa slat dan sambungan yang terlihat, serta evaluasi apakah terdapat perubahan suara atau hambatan dibandingkan kondisi normal.
Servis teknisi sesuai kebutuhan
Periksa bearing, shaft, pegas, sistem penggerak, motor, dan perangkat pengaman sesuai konstruksi pintu serta rekomendasi produsen.
Jadwal tersebut merupakan panduan umum, bukan interval servis yang berlaku untuk semua produk. Frekuensi pemeriksaan teknis perlu menyesuaikan rekomendasi produsen, tingkat penggunaan, kondisi lingkungan, dan riwayat kerusakan.
Pada bangunan yang menghasilkan banyak debu atau berada di lingkungan lembap, pembersihan mungkin perlu dilakukan lebih sering. Begitu juga pada gudang dengan aktivitas bongkar muat tinggi, pemeriksaan kondisi mekanis perlu mendapat perhatian lebih besar.
Mencatat tanggal pemeriksaan, gejala yang ditemukan, dan tindakan perbaikan juga bermanfaat. Dengan catatan tersebut, pengelola bangunan dapat mengetahui apakah masalah yang sama terus berulang dan menentukan tindakan lanjutan dengan lebih terarah.
Pengalaman Lapangan PT SKTM dalam Pemeriksaan Rolling Door
Dalam pekerjaan yang berkaitan dengan pintu gudang dan bangunan usaha, PT Sekawan Karya Tama Mandiri memandang pemeriksaan kondisi pintu sebagai langkah penting sebelum menentukan tindakan perbaikan. Rolling door yang mulai berisik belum tentu membutuhkan penggantian komponen secara menyeluruh. Pemeriksaan perlu melihat sumber suara, kondisi guide rail, posisi daun pintu, serta kelancaran sistem penggulungan. Pada bangunan yang digunakan setiap hari, perubahan kecil seperti pintu yang mulai terasa berat atau membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuka dapat menjadi petunjuk awal bahwa ada bagian yang perlu diperhatikan.
Pendekatan pemeriksaan juga perlu menyesuaikan fungsi bangunan. Rolling door pada gudang dengan aktivitas logistik memiliki pola penggunaan berbeda dari rolling door ruko yang digunakan untuk membuka akses toko setiap pagi dan menutupnya pada malam hari. Pada bangunan dengan frekuensi penggunaan tinggi, perhatian terhadap keausan komponen dan konsistensi pergerakan menjadi semakin penting. Sementara itu, pada pintu yang jarang digunakan, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan akibat kotoran, korosi, atau komponen yang mengalami perubahan kondisi. Bagi PT SKTM, memahami mekanisme pintu dan pola pemakaiannya merupakan bagian penting dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai, bukan sekadar mengatasi gejala yang terlihat dari luar.
Kapan Rolling Door Harus Diperiksa Teknisi?
Perawatan ringan seperti membersihkan kotoran yang terlihat dan mengamati gerakan pintu dapat dilakukan oleh pengelola bangunan selama prosedurnya aman. Namun, ada beberapa kondisi yang membutuhkan pemeriksaan teknisi tanpa menunggu jadwal perawatan berikutnya.
Pertama, ketika daun pintu mulai miring, keluar dari jalur, atau bergerak tidak terkendali. Kedua, ketika terdengar suara keras dari bagian poros, pegas, atau mekanisme penggerak. Ketiga, ketika pintu tidak bisa dibuka atau ditutup secara normal meskipun jalurnya sudah dibersihkan.
Pada rolling door otomatis, teknisi juga perlu memeriksa sistem ketika motor berulang kali berhenti, mengalami panas berlebih, atau tidak mampu menggerakkan pintu dengan normal. Jangan terus mencoba mengoperasikannya karena beban yang tidak wajar bisa memperburuk kerusakan.
Jika pintu digunakan sebagai akses utama gudang atau toko, gangguan operasional dapat memengaruhi aktivitas kerja dan keamanan bangunan. Karena itu, penanganan lebih awal sering kali lebih masuk akal daripada menunggu sampai pintu benar-benar tidak dapat digunakan.
Perlu diingat bahwa rolling door berukuran besar memiliki komponen yang berat dan dapat menyimpan energi mekanis. Pastikan area di sekitar pintu tetap aman selama pemeriksaan, jangan berdiri di bawah daun pintu yang tidak stabil, dan jangan melakukan pembongkaran pada pegas atau poros tanpa keahlian yang sesuai.
Tanya Jawab Seputar Perawatan Rolling Door
![]() |
| Bagaimana Cara Merawat Rolling Door agar Tidak Cepat Macet dan Berisik? |
1. Seberapa sering rolling door perlu dibersihkan dan dirawat?
Pemeriksaan visual sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama sebelum pintu digunakan pada bangunan dengan aktivitas tinggi. Pembersihan guide rail dapat dilakukan sesuai tingkat penumpukan debu dan kotoran. Untuk servis mekanis, ikuti rekomendasi produsen dan sesuaikan jadwal dengan intensitas penggunaan serta kondisi pintu.
2. Mengapa rolling door mengeluarkan suara berisik ketika dibuka?
Suara berisik dapat disebabkan oleh rel yang kotor, gesekan antarbagian daun pintu, baut longgar, bearing aus, atau gangguan pada mekanisme penggulungan. Perhatikan lokasi dan jenis suara yang muncul. Jika suara semakin keras, disertai getaran, atau membuat gerakan pintu tersendat, hentikan penggunaan dan mintalah teknisi memeriksanya.
3. Apa yang harus dilakukan ketika rolling door tiba-tiba macet?
Jangan memaksa pintu bergerak dengan menarik atau menekan tombol motor berulang kali. Pastikan tidak ada penghalang yang terlihat dari posisi aman. Jika pintu tetap macet, miring, atau terasa sangat berat, hentikan pengoperasian dan hubungi teknisi. Hindari membongkar pegas, poros, atau sistem penggerak sendiri.
4. Berapa biaya maintenance rolling door?
Biaya perawatan bergantung pada ukuran pintu, jenis mekanisme, kondisi komponen, tingkat kesulitan pekerjaan, serta apakah servis hanya berupa pemeriksaan dan pembersihan atau membutuhkan penggantian suku cadang. Karena itu, biaya yang akurat sebaiknya ditentukan setelah kondisi pintu diperiksa dan ruang lingkup pekerjaan diketahui.
5. Kapan rolling door perlu diperiksa oleh teknisi?
Rolling door perlu diperiksa ketika mulai berisik secara tidak normal, bergerak tersendat, terasa berat, miring, berhenti di posisi tertentu, atau mengalami gangguan pada motor. Pemeriksaan juga perlu dilakukan sesuai jadwal pemeliharaan, terutama pada gudang dan bangunan usaha yang menggunakan pintu berkali-kali setiap hari.
Kesimpulan
Merawat rolling door agar tidak cepat macet dan berisik membutuhkan pemeriksaan rutin terhadap seluruh bagian yang memengaruhi pergerakannya. Slat, guide rail, bearing, shaft, pegas, motor, dan komponen penggerak lainnya perlu diperhatikan sesuai fungsi dan kondisi masing-masing.
Kebiasaan sederhana seperti membersihkan rel, mengamati perubahan suara, memperhatikan gerakan daun pintu, dan tidak memaksakan mekanisme yang bermasalah dapat membantu mencegah kerusakan berkembang lebih jauh. Namun, ketika komponen mengalami keausan atau kerusakan mekanis, perbaikan harus dilakukan sesuai penyebabnya.
Perawatan yang terencana juga membantu pengelola gudang, ruko, dan bangunan usaha mengurangi risiko pintu berhenti beroperasi secara mendadak. Dengan memahami kondisi pintu sejak awal, kebutuhan perbaikan dapat ditentukan secara lebih tepat dan penggunaan rolling door tetap aman serta nyaman.
Jaga Rolling Door Tetap Lancar dengan Pemeriksaan yang Tepat
![]() |
| Bagaimana Cara Merawat Rolling Door agar Tidak Cepat Macet dan Berisik? |
Rolling door yang digunakan setiap hari membutuhkan mekanisme yang sesuai, pemasangan yang baik, dan perawatan yang tidak asal-asalan. Jika pintu mulai sulit dibuka, berisik, atau sering mengalami gangguan, pemeriksaan kondisi mekanis dapat membantu menentukan langkah penanganan yang tepat.
PT. Sekawan Karya Tama Mandiri adalah badan usaha yang bergerak di bidang produksi pintu garasi, pintu besi, pintu gudang, dan pintu tahan api. Kami memahami pentingnya pemilihan konstruksi pintu yang sesuai dengan kebutuhan bangunan, baik untuk rumah, ruko, gudang, workshop, maupun bangunan industri.
Office dan workshop kami berlokasi di Pergudangan Sinar Gedangan Blok D No. 9, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61254.
Untuk informasi mengenai produk dan kebutuhan pintu bangunan, silakan hubungi kami melalui:
Phone/WhatsApp: 0811-30-4127
Media sosial: @sktmindonesia


